Belakangan ini banyak sekali berita mengenai manusia yang terkena gigitan anjing sampai berujung maut. Hal ini disebabkan karena yang mengigit adalah sekor anjing rabies. Lalu Bagaimana Anjing Bisa Terkena Rabies? Anjing bisa terkena rabies melalui gigitan atau cakaran dari hewan yang sudah terinfeksi rabies, seperti anjing liar, rubah, kelelawar, atau hewan lainnya yang dapat membawa virus rabies.. Penyakit yang umum terjadi pada anjing ini biasanya dinamakan juga anjing gila.
Rabies pada anjing akan ditandai dengan anjing yang mulai terhuyung-huyung ketika jalan, mengeluarkan air liur secra berlebihan, sangat sensitif terhadap suara, sentuhan bahkan cahaya. Ketika anjing sudah terkena penyakit ini, biasanya anjing akan mulai terlihat lesu, kurangnya nafsu makan dan minum, sampai kondisi yang paling memprihatinkan adalah mulai menggigit dan menjilati lukanya yang terkena gigitan virus rabiesnya.
Table of Contents
Ciri-ciri Anjing terkena Rabies
Virus rabies yang menyebabkan anjing gila ini menyerang sistem saraf pusat hewan berdarah panas seperti kucing, kelelawar, kera atau anjing. Penyakit ini terjadi akibat terpaparnya virus lewat gigitan atau luka bakar yang terkena air liur hewan rabies. Sebenarnya ada beberapa tanda-tanda ketika anjing terkena virus rabies, anda yang memelihara anjing wajib mengetahui tanda-tanda ini secara masif!
Tampak gelisah dan ketakutan
Perubahan prilaku pada anjing yang terkena virus rabies biasanya adalah perubahan prilaku, seperti merasa gelisah atau ketakutan. Namun, di sisi lain ada juga anjing yang terkena rabies lebih ke bersifat diam, lemas, lesu dan tak seceria biasanya.
Lebih agresif
Tanda kedua anjing yang terkena virus rabies biasanya adalah lebih agresif. Saat terkena virus rabies, anjing akan terlihat lebih galak dan buas dari biasanya terhadap hewan lain ataupun orang yang dikenalnya. Hal ini terjadi karena virusnya sudah mencapai otak sehingga membuat anjing susah beradaptasi atau mengendalikan diri.
Demam
Tanda selanjutnya yang perlu anda waspadai adalah anjing mengalami demam. Kondisi seperti ini bisa jadi imun tubuh anjing sedang mencoba melawan virus rabies ini. Jika anjing anda demam secara tiba-tiba, anda harus gerak cepat bawa anjing anda ke dokter hewan untuk pemeliharaan lebih lanjut.
Air liur berlebih
Hal yang sering terlihat saat anjing terkena virus rabies adalah mengeluarkan air liur secara terus-menerus dan secara berlebih, padahal ia tidak dalam keadaan lapar. Hal ini terjadi karena virus rabies mampu membuat rahang dan tenggorokan anjing mengalami kelumpuhan, sehingga anjing mengeluarkan air liur secara berlebih. Terkadang, kondisi banyaknya air liur yang keluar dari mulut anjing juga bisa berbusa.
Susah dikasih makan dan minum
Tanda yang sering terlihat juga ketika anjing terkena virus rabies adalah berubah prilaku dari yang suka makan namun mulai susah sekali dikasih makan dan minum. Hal ini terjadi karna terjaidnya kelumpuhan pada rahang dan tenggorokan, sehingga membuat anjing kesulitan menelan makanan atau minuman. Selain itu, virus ini juga membuat anjing lebih sering muntah. Oleh sebab itu, jika anjing anda sudah mulai mengalami beberapa tanda ini, anda harus mulai waspada dan segera bawa anjing anda ke dokter hewan.
Kejang-kejang
Mengingat bahwa virus rabies dapat menyerang bagian saraf dan otak, tentu penyakit ini dapat membuat anjing mengalami kejang-kejang. Beberapa kejadian lain, ada juga anjing yang terkena rabies sampai pingsan bahkan koma.
Susah berjalan
Jika melihat anjing berjalan susah dan terhuyung-huyung, anda perlu mewaspadai bisa jadi anjing tersebut sudah terkena penyakit rabies. Hal ini dikarenakan kerusakan otak pada anjing membuat anjing sangat sulit menyeimbangkan badannya, sehingga sulit berjalan dan bergerak. Virus rabies juga dapat membuat otot pada anjing menjadi lebih kaku, sehingga ketika dipaksakan berjalan anjing akan merasa kesakitan.
Sensitif terhadap cahaya dan suara
Ciri paling mengerikan adalah anjing mulai sensitif terhadap cahaya dan suara. Saat terserang virus rabies ini, anjing akan mulai merasa gelisah ketika mendengar suara atau melihat cahaya yang lebih terang. Suara dan cahaya itu dapat membuat anjing lebih agresif, tak heran hal ini yang membuat anjing bisa menyerang hewan lain atau orang di sekitarnya.
Jika anjing anda sudah mengalami beberapa gejala di atas, kemungkinan besar anjing anda sudah terkena virus rabies. Oleh karena itu, anda harus sigap dan cepat untuk menangani anjing yang terkena virus rabies ini.
Penanganan dan pecegahan rabies pada anjing
Hingga saat ini, sebenarnya belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan anjing rabies. Biasanya, anjing yang terkena virus ini akan mati pada 1-2 minggu kemudian setelah terjangkit virus rabies. Umumnya, jika anjing terkena rabies tentu akan membahayakan orang lain di sekitarnya. Sehingga biasanya anjing rabies ini perlu ditangkap dan disuntik mati (euthanasia).
Meski terlihat sangat seram, virus rabies bisa dicegah. Sehingga, anda tidak perlu khawatir jika ingin memelihara anjing. Untuk mencegah virus rabies ini, anda perlu sering membawa anjing anda secara berkala ke dokter hewan untuk dicek kesehatannya serta diberikan vaksin rabies.
Vaksin pada anjing ini dapat dilakukan ketika ia berusia 16 minggu. Vaksin rabies dapat dilakukan sekitar 1-3 tahun sekali guna mencegah terjangkitnya virus rabies pada anjing anda. Perlu diingat, ketika anjing terkena virus rabies tentu hal yang biasa terjadi adalah menyerang orang lain. Virus rabies termasuk penyakit zoonosis yang dapat menularkan dari hewan ke manusia. Sehingga, ketika anda terkena gigitan anjing yang diduga terinveksi virus rabies, hal pertama yang harus cepat anda lakukan adalah segera bersihkan luka bekas gigitan atau cakaran dengan air dan sabun. Selain itu, anda juga bisa mengoleskan cairan antiseptik atau mengoleskan alkohol pada area yang luka tersebut.
Setelah pertolongan pertama selesai, pastikan anda harus segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Biasanya, dokter akan menyarankan anda untuk vaksinasi rabies demi membasmi virus rabies yang masuk ke dalam tubuh.
Jika anda berkeinginan untuk memelihara anjing, maka sepatutnya anda memahami ciri-ciri anjing terkena rabies serta bagaimana cara penanganannya. Yang lebih penting, anda harus mulai proses pencegahan agar anjing tidak terkena penyakit rabies yang dapat merugikan banyak orang. Jika anjing anda mulai melakukan ciri-ciri di atas, segera bawa ke dokter hewan untuk penanganan lebih cepat.