Mensterilkan kucing berarti membedah kucing supaya kucing tidak bereproduksi lagi. Steril kucing dapat dilakukan untuk kucing betina maupun jantan. Kucing betina disteril untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Sedangkan, steril pada kucing jantan untuk mencegah kebiasaan kucing yang melakukan aktivitas seksual dengan banyak kucing lainnya. kebiasaan kucing jantan yang menandai wilayahnya dengan urin, agresif sehingga banyak dokter hewan yang merekomendasikan untuk mensterilkan atau mengebiri kucing jantan. Hal ini bertujuan agar kucing jantan tidak terinveksi penyakit tertentu karena pengaruh kebiasaan seksual yang sembarangan.
Table of Contents
Kapan waktu yang tepat untuk kucing disteril?
Untuk kucing jantan, waktu terbaik untuk mesnterilkan antara umur 7-8 bulan. Namun, hal ini perlu dikonsultasikan ke dokter hewan, dan biasanya dokter hewan akan merekomendasikan waktu steril terbaik sesuai dengan kondisi kucing. Pada kasus tertentu, adapula kucing yang disteril di usia 2-3 bulan.
Biasanya, untuk kucing betina yang baru melahirkan dokter akan menyarankan untuk disterilkan ketika anak kucing sudah berusia 8 minggu. Hal ini dikarenakan pada saat inilah proses penyapihan. Memilih waktu yang baik untuk mensterilkan kucing sangat berpengaruh ke kondisi kucing pasca operasi setelah melahirkan.
Steril kucing berfungsi untuk mencegah banyak penyakit menular, memantau perilaku hewan peliharaan dan memperpanjang harapan hidupnya. Saat kucing sudah dewasa, pemilik kucing dapat mensterilkan kucingnya kapan saja asalkan kondisi kucing dalam keadaan sehat. Secara seksual, kucing dewasa akan tetap subur selama beberapa minggu setelah operasi. Hal inilah yang menyebabkan kucing seringkali hamil dalam jangka waktu yang berdekatan setelah melahirkan. Jadi, pemilik kucing harus hati-hati.
Mengapa Kucing Harus Disteril?
Seperti yang sudah dijelaskan, selain untuk menghindari kehamilan kucing yang tidak diinginkan, mensterilkan kucing untuk mencegah lahirnya anak-anak kucing yang bisa terlantar. Dengan keadaan begini, maka banyak kucing yang tidak bisa teradopsi karena populasi kucing yang banyak. Selain itu, mensteril kucing juga bermanfaat agar kucing terhidar dari penyakit tertentu. Maka dari itu, pemilik kucing sudah seharusnya paham dan mengerti pentingnya untuk steril kucing.
Saat ini, beberapa negara bahkan telah mewajibkan bagi pemilik hewan peliharaan untuk mensterilkan kucing mereka sebelum diadopsi dan dibawa pulang ke rumah baru mereka.
Manfaat mensterilkan kucing
Kucing yang disterilkan akan memberikan dampak baik untuk kucing dalam segi prilaku, kesehatan dan sosial.
Mengendalikan populasi
Salah satu pentingnya mensterilkan kucing adalah untuk mengendalikan populasi kucing yang membludak. Saat anda membiarkan kucing berkembak biak secara alami tanpa disteril, maka populasi kucing akan semakin merebak. Dalam segi kesehatan, saat kucing melahirkan atau menyusui maka mereka akan menghadapi komplikasi kesehatan yang parah. Dengan hilangnya kemampuan mereka untuk berkembang biak, maka populasi kucing dapat dikendalikan secara efektif, dan mengurangi biaya tambahan untuk memelihara anak-anak kucing yang dilahirkan.
Segi Kesehatan
Selain menghindari komplikasi parah saat melahirkan atau menyusui, peran penting steril ini juga mewujudkan kestabilan kucing agar tetap sehat. Sterilisasi melibatkan pengangkatan rahim dan ovarium secara menyeluruh, dengan begitu kucing tidak akan terjangkit penyakit membahayakan seperti infeksi rahim, kista ovarium, serta kanker saluran reproduksi. Hal ini juga membantu dalam penyelesaian masalah penyemprotan urin yang umum terjadi pada kucing betina yang sedang mengalami fase birahi.
Agresi
Steril pada kucing sangat bermanfaat untuk melawan agresi pada kucing. Saat kucing jantan disteril, maka produksi testoteron benar-benar terputus. Secara signifikan, hal ini mempengaruhi prilaku dimorfik seksual mereka, termasuk agresi. Steril atau kastrasi pada kucing membantu mengurangi kecenderungan berkelahi atau berkeliaran hampir di 90 % kucing. Untuk kucing betina, sterilisasi akan membuat mereka menjadi lebih pendiam, lembut dan penyanyang.
Perubahan fisik
Perubahan fisik merupakan manfaat paling besar yang terjadi pada saat mensterilkan kucing jantan. Mesnterilkan kucing jantan dengan cara kastrasi tidak mempengaruhi perubahan fisik kucing seperti tinggi badan, berat badan, maupun ukuran uretra namun berfungsi dan berdampak besar pada perkembangan karakteristik seksual sekunder seperti ukuran penis, besarnya rahang, dan kelenjar di bagian dorsal ekor.
Bagaimana merawat kucing yang selesai disteril?
Saat kucing selesai disteril, tentu kondisi kucing menjadi lebih lemah dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk pemulihan. Ada beberapa tips untuk membuat kucing pulih lebih cepat pulih setelah proses kebiri atau steril.
- Setelah mengalami proses steril, penting bagi kucing untuk beristirahat dengan cukup agar mempercepat penyembuhan. Jadi, hal yang harus anda lakukan sebagai pemilik adalah menjauhkan aktivitas yang dapat membuat kucing merasa gelisah, yakni salah satunya jauhkan dari jangkauan anak-anak dan lalu lintas.
- Selama kurang lebih 10 hari, akses untuk kucing anda sebaiknya dibatasi dengan membuat area yang lebih kecil guna mencapai makanan, air, atau kotak pasir mereka menjadi lebih mudah.
- Pastikan kucing anda dalam kondisi lingkungan yang nyaman, tidak ada kebisingan atau suara keras. Hal paling penting juga jangan biarkan kucing melakukan aktivitas secara berlebihan seperti melompat atau memanjat.
- Meskipun steril membuat kucing menjadi lembut dan tenang, namun kucing jantan biasanya tetap mengeluarkan tanda-tanda agresi mereka sisa dari hormon seks jantan mereka.
- Saat proses pemulihan kucing, anda dapat memberikan tempat tidur yang nyaman, selimut dan bantal. Hal ini membantu kucing agar tetap beristirahat dengan tenang dan nyaman setelah proses sterilisasi.
Kesimpulan
Secara garis besar, proses sterilisasi pada kucing merupakan hal yang harus dipahami dan dilakukan bagi anda yang memiliki keinginan untuk mengadopsi kucing. Steril pada kucing sangat baik untuk kesehatan dan keberlangsungan hidup kucing liar agar tidak terlantar. Dengan steril, maka proses pengadopsian menjadi lebih menyenangkan. Kucing pun tetap dalam kondisi aman, sehat dan bahagia.